1dtk.com - Dunia perfilman Indonesia kembali kehilangan sosok besar. Aktor kawakan Ray Sahetapy dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (1/4/25) malam. Kabar duka ini diumumkan langsung oleh anak laki-lakinya, Surya Sahetapy, melalui beberapa unggahan di media sosial.
WA Group para jurnalis entertainment juga langsung ramai memberitakan kepergian aktor yang dikenal dengan peran-peran kuatnya itu.
"Selamat jalan, Ayah! @raysahetapy. Kami selalu menyimpan kenangan saat bersamamu," tulis Surya dalam unggahan di Instagram.
Dalam Insta Story-nya, Surya juga membagikan foto lama Ray bersama mendiang anak perempuannya, Gisca Puteri Agustina Sahetapy, yang lebih dulu berpulang pada 2010.
"Inalillahi Wainna Ilahii Rojiuun. Titip salam cinta dan kangen ke Kak Gisca, Dad!," tulisnya lagi.
Ray Sahetapy, yang memiliki nama lengkap Ferenc Raymon Sahetapy, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 1 Januari 1957. Karirnya di dunia seni peran sudah dimulai sejak era 80-an dan terus berjalan hingga dekade-dekade berikutnya.
Diketahui, Ray sempat mengalami stroke pada 2023 dan menjalani pengobatan selama beberapa waktu. Meski sempat berjuang untuk pulih, kondisinya terus menurun hingga akhirnya berpulang. Sampai berita ini diturunkan pada Selasa pukul 23.40 WIB, belum ada informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman.
Karir Panjang dan Dedikasi di Dunia Film
Ray Sahetapy dikenal sebagai salah satu aktor watak terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini bukan hanya menguasai seni peran di layar lebar, tapi juga di panggung teater.
Selama lebih dari empat dekade berkarya, ia telah bermain dalam lebih dari 100 judul film dan serial televisi. Salah satu film yang membuat namanya semakin dikenal adalah Noesa Penida (1988), yang membawanya masuk nominasi Aktor Terbaik di Festival Film Indonesia 1989.
Tak hanya itu, ia juga menjadi nominasi dalam ajang yang sama sebanyak tujuh kali, termasuk lewat film Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1985), Kerikil-Kerikil Tajam (1985), Opera Jakarta (1986), Tatkala Mimpi Berakhir (1988), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).
Sebagai aktor, Ray Sahetapy benar-benar total dalam setiap perannya. Ia sering kali memilih karakter-karakter yang memiliki kedalaman emosi yang kuat, membuatnya selalu dikenang oleh para pecinta film.
Penghargaan dan Pengakuan
Ray bukan hanya seorang aktor produktif, tetapi juga seorang yang dihormati dalam industri perfilman. Sepanjang kariernya, ia telah menjadi nominasi sebanyak 12 kali dalam Festival Film Indonesia dan berbagai ajang penghargaan lainnya.
Dua dari nominasi tersebut berbuah kemenangan. Salah satunya dalam film The Raid (2013), di mana ia meraih penghargaan Pemeran Pendukung Pria Terbaik sekaligus Pemeran Pendukung Pria Terfavorit di Indonesian Movie Actors Awards. Kemudian pada 2015, ia memenangkan kategori Pemeran Pembantu Pria Terpuji dalam Festival Film Bandung lewat film 2014: Siapa di Atas Presiden?.
Dedikasi Ray Sahetapy terhadap perfilman tanah air memang tidak diragukan. Bahkan di usianya yang tak lagi muda, ia masih tetap aktif berakting dan berbagi ilmu kepada generasi baru aktor Indonesia.
Kehidupan Pribadi Ray Sahetapy
Dalam kehidupan pribadinya, Ray Sahetapy pernah menikah dengan penyanyi Dewi Yull pada 1981 hingga 2004. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai empat anak, yaitu Surya Sahetapy, Gizca Puteri Agustina Sahetapy (almarhumah), Rama Putra, dan Mohammad Raya Sahetapy.
Setelah berpisah dari Dewi Yull, Ray menikah lagi dengan Sri Respatini Kusumastuti. Meski lebih dikenal sebagai aktor berbakat, Ray juga seorang ayah yang dekat dengan anak-anaknya. Unggahan Surya menunjukkan betapa mendalam hubungan mereka hingga akhir hayatnya.
Ucapan Duka Mengalir
Kepergian Ray Sahetapy meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang, terutama rekan-rekan di industri hiburan. Dalam berbagai media sosial, Selasa malam ini dipenuhi dengan ucapan belasungkawa dan penghormatan terakhir.
"Selamat jalan Ray Sahetapy. Aktor berkarakter kuat itu kini telah tiada," tulis salah satu warganet.
Tak hanya itu, banyak insan perfilman juga memberikan penghormatan mereka kepada Ray, mengenang sosoknya sebagai aktor yang selalu memberikan yang terbaik dalam setiap peran yang ia mainkan.
Indonesia kehilangan salah satu aktor terbaiknya, tetapi karya-karya Ray Sahetapy akan selalu hidup dalam ingatan para pecinta film. Rest in peace, legenda.