Mengembalikan Penglihatan dari Puncak Himalaya ke Pelosok Afrika, Inspirasi dari Dr. Sanduk Ruit

Mengembalikan Penglihatan dari Puncak Himalaya ke Pelosok Afrika, Inspirasi dari Dr Sanduk Ruit


1dtk.com - Di dunia kedokteran mata, nama Dr. Sanduk Ruit bukan sekadar nama. Ia adalah legenda hidup, seorang ahli bedah asal Nepal yang bukan hanya menyelamatkan penglihatan ribuan orang, tapi juga mengguncang cara dunia memandang akses layanan kesehatan. Bukan dengan gedung megah atau teknologi mahal, tapi lewat ketekunan, inovasi, dan sepasang tangan yang terlatih nyaris tanpa cela.

“Kursi bedah adalah tempat ternyaman di dunia yang pernah saya miliki,” begitu katanya. Bagi banyak orang, duduk 12 jam di meja operasi adalah penyiksaan. Tapi bagi Dr. Ruit, itu adalah tempatnya merayakan kemanusiaan satu demi satu, mengangkat kabut katarak dari mata orang-orang yang terabaikan.

Yang membuat kisahnya beda adalah keberaniannya menentang arus. Di saat banyak ahli medis mengejar karier di kota besar dengan fasilitas terbaik, Ruit justru memilih jalan sebaliknya. Ia membawa keahlian bedah mikro ke pelosok-pelosok Nepal yang bahkan tak bisa dijangkau mobil. Bayangkan, seorang dokter bedah yang rela naik turun bukit Himalaya hanya demi menemukan pasien yang bahkan tak tahu bahwa penglihatannya bisa dipulihkan.

Di masa awal, idenya dianggap nekat. Bahkan gila.

Bagaimana bisa bedah mata dilakukan di tempat yang dianggap "kumuh" menurut standar Barat? Tapi justru dari sanalah ia menciptakan revolusi. Dengan teknik bedah tanpa jahitan dan penggunaan implan lensa intraokular yang murah tapi berkualitas, Dr. Ruit membuktikan bahwa pengobatan kelas dunia tak harus dibanderol harga langit.

Ini bukan mimpi, ini nyata.

Dan pusat dari semua ini adalah Tilganga Eye Center, rumah sakit mata yang ia dirikan bersama rekan-rekannya. Tempat ini bukan sekadar klinik, tapi menjadi benteng kemanusiaan yang menolak menyerah pada realitas kemiskinan. Rata-rata 2.500 pasien datang setiap minggu, dan yang tak mampu bayar, nggak perlu khawatir. Mereka tetap dioperasi. Gratis.

Penting dicatat, ini bukan kerja lokal semata.

Dr. Ruit membawa misinya ke level internasional. Dia dan timnya dari Tilganga telah menembus batas negara. Dari Kamboja, Bangladesh, Vietnam, Ethiopia, hingga Ghana, semua disambangi demi satu tujuan: mengembalikan penglihatan mereka yang terabaikan oleh sistem.

Ada banyak momen mengharukan dalam pekerjaannya. Seorang petani tua di desa terpencil yang kembali bisa melihat anaknya. Seorang ibu yang akhirnya bisa menjahit lagi untuk mencari nafkah. Seorang bocah yang bisa kembali ke sekolah tanpa harus dituntun. Dampaknya bukan hanya pada individu, tapi juga ekonomi keluarga dan komunitas.

Kalau dipikir-pikir, kerja seperti ini mestinya dibiayai negara. Tapi kenyataannya, banyak sistem kesehatan publik yang masih terlalu kaku, birokratis, dan lambat menyesuaikan diri. Di sinilah peran inovator sosial seperti Ruit terasa vital. Mereka bertindak cepat, dengan metode efektif dan biaya rendah, sesuatu yang jarang kita lihat di sektor kesehatan publik yang kadang terlalu teknokratis.

Apa yang dilakukan Ruit ini juga jadi pelajaran penting buat negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan populasi yang besar dan banyak wilayah terpencil, pendekatan seperti yang dilakukan Tilganga bisa menjadi inspirasi. Bukan berarti kita harus meniru plek-plek, tapi semangatnya, bahwa keadilan kesehatan itu bukan slogan, tapi tanggung jawab nyata yang harus dijalankan dengan cerdas dan penuh kasih.

Dan di tengah dunia yang sering kali sibuk menghitung laba, kisah seperti ini memberi harapan.

Kata kunci seperti akses kesehatan di daerah terpencil, operasi katarak gratis, atau inovasi layanan medis hemat biaya bukan lagi jargon kosong di tangan Dr. Ruit. Ia menjadikannya nyata. Ia menjadikan "kemanusiaan" bukan sekadar kata indah dalam pidato.

Karena, seperti yang ditunjukkan oleh Dr. Sanduk Ruit, kadang pahlawan tidak mengenakan jubah, tapi jas operasi, masker, dan membawa pisau bedah di saku mereka.

Dan dari ruang bedah kecil di Himalaya, ia mengajarkan dunia bahwa setiap orang, siapa pun dia, berhak melihat cahaya.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال